3 MENIT BACA
Langkah
Kecil untuk Pertumbuhan Rohani Anda!
1 Mei 2013
Iman di Saat Krisis
371. Injil adalah
Kebenaran Allah tentang Kasih Karunia-Nya (lanjutan)
Para murid tidak terbebani dengan “menyelamatkan” orang lain.
Allah sudah mendahului kita mempersiapkan tanah yang baik bagi
Firman-Nya. Dan Firman Allah tidak akan “kembali dengan sia-sia, tapi akan melaksanakan
apa yang Allah kehendaki”. Dalam ayat yang diambil dari Yesaya 55 ini, Firman Allah
diumpamakan dengan musim panen untuk menggambarkan kesetiaan Allah ketika “hasil panen”
tidak kian tampak.
Sebab seperti hujan dan salju turun dari
langit
dan tidak kembali ke situ,
melainkan mengairi bumi,
membuatnya subur dan menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan,
memberikan benih kepada penabur
dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari
mulut-Ku:
ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan
sia-sia,
tetapi ia akan melaksanakan apa yang
Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang
Kusuruhkan kepadanya.
(Yesaya 55:10-11)
Tak seorang pun yang dapat memperkirakan perjalanan seseorang
untuk “keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (I Petrus 2:9). Tapi
adalah sukacita tersendiri untuk melihat beberapa orang dipanen sepenuhnya
dalam satu musim saja. Saya telah melihat para mahasiswa yang lulus kuliah setelah 4
tahun berteman dengan orang-orang Kristen yang setia tapi tidak kunjung beriman kepada
Kristus. Saya juga menemukan mahasiswa lain yang tadinya tidak memiliki pengetahuan apa pun
tentang Alkitab atau tidak pernah mendengar tentang Yesus menyerahkan hati mereka kepada Injil
hanya dalam satu semester. Saya mengenal orang-orang yang duduk di gereja di sepanjang hidup
mereka dan melalui sebuah khotbah, pujian, program khusus, atau suatu kebutuhan mendesak
tiba-tiba menyadari bahwa mereka belum pernah benarbenar menyerahkan hidup mereka kepada karunia
dan tuntutan Allah dalam Injil.
Tugas kita adalah menyampaikannya dengan baik. Sampaikan
dengan jelas setelah mendengarkan dengan baik. Sampaikan
dengan jelas setelah Anda sendiri benar-benar mengerti. Sampaikan yang sebenarnya karena kita
tidak dapat mencuranginya. Sampaikan dengan yakin karena kebenaran itu tidak mengakomodasi
toleransi yang mencakup ketidakbenaran. Sampaikan dengan penuh anugerah karena Injil juga
yang telah menyelamatkan hidup Anda. Sampaikan dengan penuh kejujuran dan kerendahan
hati karena Injil itu baik – Injil bukanlah senjata untuk membela atau membenarkan diri sendiri.
Sampaikan berulang kali karena keselamatan tidak ada dimana pun dan di dalam siapa pun juga
selain di dalam Tuhan Yesus.
---
Dikutip dari buku Iman di Saat Krisis (Paul Tokunaga
cs., 2010: hal. 37-38), seizin Literatur Perkantas.