Keserakahan: Keinginan Untuk Lebih (lanjutan)


3 MENIT BACA
Langkah Kecil untuk Pertumbuhan Rohani Anda!


17 Mei 2013
374. Keserakahan: Keinginan Untuk Lebih (lanjutan)

Menurut Alkitab, keserakahan atau ketamakan (Latin: avaritia) dihasilkan saat kerinduan kita akan Allah justru disalurkan ke arah benda-benda yang telah Allah ciptakan. Pada akar keserakahan terletak kecenderungan untuk menganggap roti (atau kecukupan) sebagai sesuatu yang jelas terpisah dari Allah. Kita melihat dinamika ini berlaku di dalam inti kemanusiaan, dalam Taman Eden, di mana Adam dan Hawa mendapati diri mereka memandangi buah sebatang pohon. Buahnya enam dimakan, enak dilihat, dan akan membuat mereka bijaksana, mereka merenung. Dalam taman yang berkelimpahan makanan itu, mereka tergoda oleh ketersediaan makanan, keindahan, dan kekuasaan. Mereka menghadapi suatu teka-teki abadi yang kita hadapi juga sekarang ini: maukah mereka mempercayai Allah akan menyediakan segala kebutuhan mereka (dalam kekurangan atau kelebihan)? Atau maukah mereka memuaskan keinginan-keinginan itu dengan cara apapun yang tampaknya cocok bagi mereka? Alexander Schmemann, seorang pendeta dan penulis Kristen ortodoks terkemuka pada abad ke dua puluh, mengamati bahwa dosa utama Adam lebih dari sekedar mengunyah sebutir buah terlarang: “Dosanya adalah bahwa ia berhenti lapar akan Dia dan Dia saja, berhenti melihat seluruh hidupnya bergantung pada seluruh dunia sebagai suatu sakramen persekutuan dengan Allah.”

---
Dikutip dari buku Taking Your Soul to Work (Paul Stevens & Alvin Ung, 2012), seizin Literatur Perkantas.

Esok: Keserakahan: Keinginan Untuk Lebih (lanjutan)