3 MENIT BACA
Langkah Kecil untuk Pertumbuhan Rohani Anda!
15 Pebruari 2013
325. Pernikahan Kristen (lanjutan)
Dalam Kejadian 2:19-20, sepertinya rencana Allah untuk
menciptakan “penolong yang sepadan” terputus dengan adanya cerita tentang segala
binatang hutan dan segala burung yang dibawa kepada Adam untuk diberi nama. Apakah
maksudnya? Perhatikanlah Ayat 20b yang berbunyi: “…tetapi baginya sendiri ia tidak
menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” Ada ide yang sangat penting yang hendak
ditegaskan di sini. Memang ide tersebut nampaknya seolah-olah terputus sehingga
seperti tidak ada hubungan, sebagaimana dimengerti oleh sebagian penafsir.
Sebenarnya, ayat tersebut justru sangat berhubungan karena masih membicarakan
tentang penolong. Akan tetapi, siapakah penolong itu? Dalam ayat ini ditegaskan
bahwa Adam tidak menemukannya di antara ciptaan lainnya, seperti binatang. Oleh
karena itu, Tuhan sendiri akan menciptakannya.
Ayat 21 (Kej. 2) kita membaca bahwa Allah membuat manusia
itu tidur nyenyak: “… ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil...” Ketika Adam dalam
keadaan tidur, Allah mengambil tulang rusuk Adam dan membangun seorang perempuan.
Jelas bahwa dalam hal teman hidup, manusia pasif (tidur) tetapi Allah aktif sebagaimana
telah dise-butkan sebelumnya. Kebenaran penting lain yang perlu diperhatikan pada
ayat ini adalah bahwa perempuan tersebut diambil dari tulang rusuk Adam.
Seorang penyair menuliskan dengan indah dalam puisinya yang berjudul “Ia Dinamai
Perempuan”, yang kira-kira berbunyi
demikian:
“Perempuan diambil dari tulang rusuk,
bukan dari tulang kepala
untuk disanjung-sanjung.
Juga bukan dari tulang kaki
untuk diinjak-injak.
Tetapi dari tulang rusuk,
dekat ke hati
untuk dikasihi,
dan dekat ke bahu
untuk dilindungi”
(Dikutip dari buku “Ia Dinamai Perempuan” - Kalam Hidup)
---
Dikutip dari buku Bagaimana Kristen Berpacaran (Mangapul Sagala, 2011: hal. 63-64), seizin Literatur Perkantas.